Friday, 3 July 2015

keseratus dan tiga puluh sembilan,

*pura-pura ada debu*
*tiup-tiup debu*

Playlist 2 on the go dalam MP4 Philip kesayangan mengandungi;
Pilihan Sejati - Aisyah Aziz
Melankoli - Azlan ATT
Keroncong Untuk Ana - Qi Razali ft. Yuna
Kisah Kita - Nieyl ft. Sabhi Sadhi

*tiup debu lagi*
*pandang tingkap, hujan tengah lebat*

Masih mengenangkan khabar yang terjumpa sehari sebelum Ramdon. Rasa bangang taruh hati dekat kawan sendiri? Betul. Rasa bangang asyik tunggu masa yang sesuai nak bagitahu segala rasa? Betul. Rasa bangang selama hari ni ingat dia pun bagi harapan? Betul.


I thought it was hope that you gave all this while. 
No, it was not. 
It was just you; being nice and being you.

Masih ada air mata yang aku simpan tangisnya. Ya, akulah yang terlalu payah untuk jatuh suka dan akhirnya perasaan tertumpah pada kamu. Ya, akulah yang dalam diam menunggu saat kamu masih lagi dengan kekasih lama. Ya, akulah yang sungguh yakin membina harapan setelah cinta lamamu tamat. Ya, akulah yang akhirnya terus-terus menyimpan rasa sehingga kau akhirnya menemukan cinta baru.

*guruh berdentum-dentum tak ada tanda hujan reda*


setelah beberapa puncak kau tawan
menghirup nafas-nafas paling hampir kaki langit
apakah engkau mencari bayangku
meneman ketenanganmu
sementara mengumpul nikmat kebesaran tuhan untuk kau bawa pulang
dan mencatitnya pada kitabmu; kitab pemberianku
untuk kita selak kembali halamannya 
di suatu masa hadapan

Rupanya untuk mengharap cinta dari kamu tak perlukan sajak berkajang tetapi jalan hutan di gunung yang sama-sama dilalu. Rupanya untuk mengharap cinta dari kamu tak perlukan buku segala falsafah tapi tangkapan mata yang nilainya boleh disembang berdua. Rupanya untuk mengharap cinta dari kamu tak perlukan aku tapi dia dan dia dan dia dan dia...


benar aku hanya mencintaimu dalam sajakku
saat aku menumpahkan dakwat
tentangmu
sambil aku mengingatimu, mengenangmu dan mengasihimu
pada sekajang kertas kumal yang tak mampu aku gumpal
cukuplah aku layangkan saja ke luar jendela
biar ia basah bukan kerana air mataku
tapi titis hujan langit Tuhan
yang aku yakin turut sama mahu melenyapkanmu

*tarik nafas panjang*

Bercukuplah mengharap kasih pada yang takkan pernah sudi. Atas dasar ikatan awal yang kita tautkan, atas dasar ihsan kamu kepada persahabatan, atas dasar keredhaanku kepada takdir kamu, atas dasar keyakinanku bahwa kasih ini bakal bertuankan yang lain di masa depan nanti, aku terima sekarang kamu dengan dia, sebulatnya.


It was somewhere in June too back then in 2013 when the first hope took place. This 2015 June, the hope died slowly and silently.

Akhirnya cinta menjemputmu pulang. Selamat berpergian, bukan lagi seorang masa depanku!

No comments:

Post a Comment

terima kasih c: