Tuesday, 19 February 2013

kesembilan puluh,


aku saja yang berkira 
kau bakalan lebih bahgia tanpa dia
tapi sayang
dia juga yang engkau mahukan untuk menumpah tenang
biar lencananya bercalit munafik
yang pernah giurkan maruahmu
melayan nafsu atas suaramu
kau masih memilih dia ketika berasa aman

apa yang engkau juangkan?

beginikah rupanya telah diputus cinta
bila datang kembali kekasih lama
sebagai sahabat bertukar nama
namun masih berbaur perasaan sama
lalu mengenang silam peristiwa

kau takkan sedar bila kau akan jatuh semula
ke dia

dan kau,lelaki
sebetulnya apakah dikandung benakmu?

apakah pikiranmu ketika memalit dosa kepada dia
apa juga yang engkau pikirkan ketika keberanianmu menjalani kecurangan
terus apa akalmu saat mengasihi kekasih baru
lantas setelah itu datang mengacah kekasih dahulu

nyata kau terlalu jahil untuk berkasih
hingga menampakkan kau tak lagi layak untuk dikasih

No comments:

Post a Comment

terima kasih c: