Tuesday, 29 May 2012

kelima puluh,


Teman Terulung


Bila bertaut senyuman, 
Mata berlirikan, 
Memancarkan keluhuran, 
Cerah kesederhanaan mu, 
Seindah kejujuran mu. 


Detik seia sejiwa, 
Terungkap setia, 
Tiada upaya sepi, 
Mata kudup penantianku, 
Hadirnya teman sejati. 


Melangkah kita menjejak mimpi, 
Bahgia berdiri dengan mu di sisi, 
Harapan kita meniti hari, 
Sentiasa seiring. 


Paling agung teman terulung, 
Tenunan emas sayap hidup ku 
Tak ingin ku undur bertamu, 
Bertakhta teguh, 
Ke akhir waktu.

Saturday, 26 May 2012

keempat puluh dan sembilan,

lalu ku biar ruang itu bicara
dengan bayu dan hela nafas cuma


Friday, 25 May 2012

keempat puluh dan lapan,

tunjukkan aku di mana riang seri
sesudah kau memilih berlalu pergi
tunjukkan aku di mana denyutan nadi langsung
sesudah belati bicaramu menikam jantung
terus
tunjukkan aku di mana kasih kejora 
setelah mata hatiku kau sumpah buta

Thursday, 24 May 2012

keempat puluh dan tujuh,


bila itu kamu diperlu,jangan berlalu begitu


datanglah sayang dan biarkan ku berbaring
di pelukanmu walau untuk sejenak
usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
bila ku lelah tetaplah di sini
jangan tinggalkan  aku sendiri
bila ku marah biarkan ku bersandar
jangan kau pergi untuk menghindar

rasakan resahku dan buat aku tersenyum
dengan canda tawamu walau untuk sekejap
kerna hanya engkaulah yang sanggup redakan aku

kerna engkaulah satu-satunya untukku
dan pastikan kita kan selalu bersama
kerna dirimulah yang sanggup mengerti aku
dalam susah ataupun senang

dapatkah engkau selalu menjagaku
dan mampukah engkau mempertahankan aku


notakaki; buat aku tersenyum

Tuesday, 22 May 2012

keempat puluh dan enam,

sipandi dan suparjo.


bertemankan bulan berjuta bintang 
bintang yang memancar kemilau terang
namun jika ditanya kepada manusia
ya,mana satu yang kau puja
tanpa berfikir apa bulan jawabnya
kerana bulan satu berada
bintang pula tiada mampu dibeza
lalu aku berkira-kira
sedang bulan nan satu ini
menumpang kasih mentari suci
terus ku biar sahaja pungguk yang bulan dirindu 
kerana hari ini aku tahu
bukan sang rembulan dan cahaya palsu yang ku damba
namun sang mentari gigih yang berkongsi cahaya

Sunday, 20 May 2012

keempat puluh dan lima,

hari ini 20052012. bangun pagi, *ah pagi lah sangat. pukul 9 dah tu.haha, pagi jugak. tak kira!* capai lampu suluh norkiah tiga kupang, ada text seketul pukul 7.30 pagi. demm, it was alan's farewell wishes. ah, memang tak lah kan nak reply.alan tak bawak phone, enam minggu. sorry alan. tapi tapi kita dah text a day before kan. ha, okay lah tu. oh, sorry jugak kita tak jadi turun KL. tape tape, ada jodoh jumpa lagi c: 


jadi, untuk kali ini selamatlah di UPNM, Sg.Besi. insyaAllah you'll be fine. take a very good care. jangan lupa solat,makan,tidur,blaja rajin rajin. semoga berjaya ditauliahkan nanti. *awal sangatlah pulak* ah, semoga semua yang baik baik untuk alan.kata superman, haruslah pakcik askar tough kan.


takpaham kenapa kerusi tu kat situ -_-

jaga diri, pakcik c:







Thursday, 17 May 2012

keempat puluh dan empat,

engkau laksana bulan
tinggi di atas kayangan
hatiku telah kau tawan
hidupku tak keruan
kenapa ku disiksa
mengapa kita bersua
berjumpa dan bercinta
tetapi menderita
kau tinggalkan diriku
oh tuhanku
mengapakah kau bezakan hidupku
oh tuhanku
mengapakah manusia begitu



notakaki; p.ramlee pun bole

keempat puluh dan tiga,

kau tahu,
aku rindu 
ketawa itu
tangis itu
canda itu
serius itu
segala padamu
aku rindu
tapi engkau
diam membisu
jauh sebatu
di duniamu
dan aku
cuma menunggu
terus tertunggu
mana tahu
tiba detik suatu
kau menoleh lagi pada aku





Wednesday, 16 May 2012

keempat puluh dan dua,

Aku bukan manusia suci
Yang mencintai Penciptanya tanpa berbagi
Aku manusia biasa
Yang nyata perlu cinta dari hati ke hati

Ajarkan aku menjadi naif
Senaif dirimu yang mampu tersenyum dalam beban
Atau setidaknya ajarkan aku lagi
Untuk menerima tanpa harus hanyut

Separuh nafas jiwaku kau minta
Aku coba berkaca pada air mata
Bertanya pada suara yang lelah
Apa aku masih punya yang kau minta?

Mungkin canda akan serba nyata
Atau jelang senja lagi saat kita bersama
Tertawa, dan bermain mata
Cinta…? Sepertinya kan?

Kuhadirkan kau ke dalam mimpi ini
Untuk setia mendengar cerita perjalananku
Tapi sampai saat ini kau hanya tersenyum
Padahal aku ingin kau menjawab
Mengapa aku masih harus mencintai kebaikan
Yang pada akhirnya juga akan sirna…


Sosok biru menahan jiwa yang memang sudah ada
Sosok lama yang hadir serupa kabut senja
Aku tahu kau ada…
Untuk siapa ?

Alur sungai di pipi itu telah kering
Tapi dia mungkin akan kembali
Seiring waktu, seiring doa, seiring rasa

Kenapa dunia tidak selalu seirama
Saat harap… Saat lepas…
Saat itu aku menggigil
Karena dia yang datang bukan yang aku minta
……
Aku kangen…
Bukan padamu. Tapi pada jiwamu
Ketegaranmu. Kemisteriusanmu. Sosokmu
Tapi kau pilihanku.

Tolong ceritakan padaku
Apakah cinta masih punya arti bagi kita?
Sedang nyata kita sudah terlelap
Dalam remang bilik yang kita bangun sendiri

Sering kutanyakan dalam hati
Mengapa kita semua harus terbangun
Dari ranjang mimpi yang kita pilih sendiri
Padahal aku enggan
Karena hidup, bagiku tak seindah mimpi

Berikan aku waktu sejenak untuk bernapas di sini
Sebelum aku mati karena ikatan rindu
Sebelum aku pulang lagi ke tempat dulu
Sebelum… sebelum kau tahu
Aku masih yang dulu

Sebab cinta tetap cinta
Sebening telaga atau air mata surga
Sejalan dengan belati atau duri
Itulah cinta,
masih ada yang bertanya?

Hari itu berlalu
tertiup jam yang diganti menit
dan menit pergi tak kembali
Meninggalkan sesal dan detik terakhir
yang tak mampu mengusir galau
Jangan tanya mengapa
Karena detik
hanya detak jantung
yang tak kembali
 

Tak satupun ada yang ingin tertutup kabut
namun jika angin salah sampaikan salam
apakah berarti harus berlalu dalam diam?
aku hanya ingin menyapa cinta
pada bayangan yang semakin maya.
Sungguh…
aku tak ingin kehilangan mentari lagi…

Kecewa ini tak pantas kubawa
Entah pada siapa atau pada apa harus kutimpakannya
Kecewaku kini tak bermuara
Tak sanggup lagi mengadu luka
Bahkan limpahkan rasa dalam air mata
Tuhan…
Perkenankan aku mati untuk sementara



notakaki; masihkah senyum itu milikku

keempat puluh dan satu,

Sakalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang
Namun tanpa lidah,
Cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keladi terbaring Lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan



notakaki; masih ketika cinta bertasbih

keempat puluh,

titik.

Monday, 14 May 2012

ketiga puluh dan sembilan,

siapa aku untuk terus berasa benar. sedang bicaraku menikam hati, sedang kataku memanah jiwa. apatah lagi ungkapanku menusuk tepat ke dada. ah, sesal usah dibilang seribu kerana aku punya lebih daripada itu. harus bagaimana lagi,ya tuhan. aku juga buntu bila tiba persimpangan. mana satu harus dipilih jalan. 

Sunday, 13 May 2012

ketiga puluh dan lapan,

lalu ku panjatkan syukur pada tuhan
menjadi satunya insan
diterangimu dengan sinaran
cahaya gemerlapan

Saturday, 12 May 2012

ketiga puluh dan tujuh,

awek,scandal.
selamatlah keduanya.
MARA c:

ketiga puluh dan enam,

itulah satu petanda jiwa kita sama dan serupa. nak tanya siapa lagi kalau bukan hatimu sendiri,

Thursday, 10 May 2012

ketiga puluh dan lima,

bila dinyatakan masa itu lebih laju berbanding cahaya terus aku dikecam pengamal fizik. penyataan sungguh tidak logik katanya. terus harus bagaimana aku menyatakan ketidakpercayaan aku kepada kalendar terkini. hari ini sahaja sudah menunjukkan sepuluh hari di bulan ke lima tahun semasa.ya tuhan, rasa macam baru semalam mengenal ABC dua puluh empat abjad dan sekarang, hampir bermula langkah baru untuk aku mencipta yang kedua puluh lima selepas Z. tinggal beberapa hirupan udara di 596, sekali lagi aku angkat kaki pergi ke bumi sendiri.ah, sedang kacang hijau bercambah menjadi taugeh inikan pula manusia di dunia nyata. siapa tidak rindukan sekolah *muda by hujan #kiniputaran* sekali pun lempangan warden tertepek di pipi kiri. rindu, rasa macam baru semalam aku dengar perkataan college sister yang kemudiannya diterjemahkan kepada suatu nama; Nabilah Farhanah. rasa macam baru semalam aku dengar perkataan SA yang juga kemudiannya dizahirkan dengan nama Nazrin Hadia.


mengamati kegelapan sejenak,


apa lagi yang akan ku dengar nanti,apa lagi yang akan ku lihat? masihkan nama yang sama pada wajah yang sama dengan cahaya yang sama? 


siapa tahu rencana tuhan. senda tawa gurauan canda hari ini boleh jadi kenyataan semata di esok hari. fikir bila perlu. selebihnya, biarkan takdir membawa arus.


esok masih ada,


notakaki;watak cerita cuma sebutan.tiada kena mengena dengan mana mana sensitiviti emosi

Monday, 7 May 2012

ketiga puluh dan empat,

lalu tiba di persimpangan
jalan aku jalan kamu
satu pilihan
dengan mata hati
jalan ini mahu pun jalan itu
kita tentukan
punya warna pelangi
atau liku berduri
ia tetap jalan kita
masih jalan kita
dan di sepanjang jalan
yakinlah pendamping menemani
ar-rafiq, pemurah dan menyayangi


notakaki; ikhlas untuk setiausaha saya c:


Sunday, 6 May 2012

ketiga puluh dan tiga,

hentikan kecaman itu
aku mohon
sungguh tiada yang mengerti
cuma aku
dan tuhanku
aku tahu itu menghancurkan
namun aku yakin
kau punya jiwa yang ampuh
harungilah dengan tenang
demi dirimu sendiri
doaku tak lekang
untukmu

Wednesday, 2 May 2012

ketiga puluh dan dua,

ibu,
lapan belas tahun lalu
terlahir aku melihat dunia
tiada dalam ingatan di awal usia
namun kini yang tidak ku lupa
di umur empat
cuma aku dan ibu
ke sana ke sini
ya,hanya aku dan ibu
ke pantai kita
ke taman kita
duniaku cuma ibu


di umur tujuh di umur lapan
sana sini ku dengar cacian
semuanya untuk ibu
kenapa begitu
aku bingung
lot 596 cuma dipenuhi zikir carutan
ku pandang abah,ku pandang ibu
tidakkah disedari kewujudanku
terus lagi aku bingung


menangisku dalam diam
tiada hujah mahu dilontar
sekadar mengikuti drama mereka
benci ku membuak
jauh,aku ingin jauh dari sini
biar tanpa abah, biar tanpa ibu
jauh ku ingin dari zikir carutan itu


duniaku tiada lagi ibu
bila ku pilih untuk jauh
tiada lagi ke pantai kita
tiada lagi ke taman kita
aku dengan aku
ibu dengan ibu


mereka kata ibu tidak siuman
lalu harus bagaimana ku nyatakan
dia ibu yang hampir sempurna
terus mengapa dikecam gila
ingin ku khabar pada dunia
tapi apa aku punya daya


aku dan ibu kian jauh
aku yakin
bukan kehidupan ini
yang ibu mahu beri kepadaku
namun untuk suatu detik bernama takdir
aku redha
kerana engkau ibuku
satu-satunya ibuku




jujur ku bilang
ibu,sungguh ku sayang
namun kejauhan menghadang
malu tiba bila berdamping


ku mohon pada ar-rahim
panjangkan umur ibu
ampunkan dosa ibu
peliharanya daripada marabahaya
permudahkan urusannya
sampai masa
tempatkannya di syurga