Tuesday, 24 April 2012

kedua puluh dan tujuh,

pada bahasa punya jiwa.
ya, barangkali berbeza bagi tiap pengucapnya.
namun itu kepercayaanku. 
bahasa adalah jiwa, jiwa adalah bahasa. 
mereka adalah satu untuk setiap satunya. 
pada bahasa perasaan dicerminkan, 
pada bahasa hidup terlandas.
terus, bukankah itu jiwa? 


*diam.


ah, barangkali juga jiwa itu disalah ertinya
pada aku
jiwa punya jutaan nyawa
bagai pelagak menukar topeng
sekejap berwajah ungu
lain hari mungkin kelabu


keagungan jiwa menjadi nafas bahasa
hidup,seakan manusia
ya benar.aku yakin itu
namun semua harus tahu
di sebalik jiwa dan bahasa
iman itu pelengkapnya
iman itu asasnya


menulis melulu bahasa dan jiwa tanpa asas,
kurang garam gulanya.
terus, apa lagi ditunggu
usah diatur
biar iman yang memandu
memimpin bahasamu,jiwamu
tanpa ragu,
menari laju jarimu
menulis dan menulis
bahasa dan jiwa yang sesungguhnya satu.


No comments:

Post a Comment

terima kasih c: