Tuesday, 24 April 2012

kedua puluh dan enam,

(ii)
terlanjur bicara itu
dalam diam punya sembilu
terus aku kaku
amarah pada lidah yang satu
sesal menyesal, buntu, bisu
lalu ku tiup pada bayu
sampaikan laguku
lagu sesalku
untukmu
cahayaku


(iii)
kerana kau cahaya
punya kehangatan yang nyata
sekali pun tercalit cela
kau masih cahaya
tetap cahaya
sungguh,kau cahaya
cahayaku satu satunya
dari tahun berlari lima
hingga laju berjuta


(iv)
teruslah kau cahaya
bercahaya dengan indahnya
bercahaya dengan sucinya
bercahaya dengan jujurnya
bercahayalah wahai cahaya
biar malap,gelap lupa ertinya
yang tinggal cuma
engkau,cahaya



No comments:

Post a Comment

terima kasih c: